Proses Belajar dan Mengajar

Belajar adalah kegiatan para siswa baik itu dengan bimbingan guru atau usaha sendiri sepenuhnya Menurut Winkel (1991 : 36), ”Belajar adalah aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan sikap”.
Sedangkan Sardiman mengungkapkan bahwa belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada semua orang dan berlangsung seumur hidup, sejak dari masih bayi hingga ke liang lahat nanti. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. ( Sardiman, 2003: 1)
Pengajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru hendaknya benar-benar menjamin terjadinya kegiatan belajar bagi siswa, untuk menjamin terjadinya kegiata belajar pada siswa, guru perlu mengusahakann situasi atau proses yang memungkinkan siswa untuk berperan aktif selama proses pembelajaran, karena pada dasarnya proses belajar adalah berbuat, berkreasi, menjalani, mengalami. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam pembelajaran guru hendaknya mampu menjamin terjadinya pemahaman siswa melalui kegiatannya sendiri, bukan semata-mata akibat informasi verbal guru. Dalam hal ini diharapkan bukan peran guru yang mendominasi, artinya bahwa ada peran rekan kelas mereka dalam perubahan tingkah laku dalam hal ini adalah diharapkan meningkatnya prestasi belajar siswa.
1.
Menurut Sudjana (2004:2), belajar dan mengajar sebagai suatu proses mengandung tiga unsur yang dapat dibedakan, yaitu tujuan pengajaran (intruksional), pengalaman (proses) belajar mengajar, dan hasil belajar. Tujuan intruksional pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang diingiknak pada diri siswa. Dengan mengetahui tercapainya tujuan instruksional, dapat diambil tindakan perbaikan pengajaran dan perbaikan siswa yang bersangkutan. Sedangakan hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku siswa, yang mencakup kognitif, afektif dan psikomotoris. Penilaian proses belajar mengajar adalah upaya memberi nilai terhadap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sudjana (2004:3) menyebutkan fungsi penilaian yaitu : 1) alat untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan instruksional; 2) umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar; 3) dasar dalam menyusun laporan kemajuan belajar siswa kepada orang tuanya.
Sehingga secara umum proses belajar merupakan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan sekelompok orang atau individu baik secara sadar ataupun tidak yang terorganisir dengan baik, di dalamnya ada interaksi pengajar dan yang diajar dalam rangka terjadinya perubahan tingkah laku pada individu tersebut.
Dalam penelitian ini, sebagai umpan balik (feedback) bagi perbaikan proses belajar mengajar selanjutnya, maka perlu diadakan penilaian. Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, dan terlaksananya program belajar mengajar. Sedangkan penilaian hasil belajar menyangkut penilaian prestasi belajar siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar.
Diharapkan dengan pengaturan dan manajemen yang baik dari guru sebagai fasilitator maupun sebagai pendidik dapat secara penuh memberikan potensi yang dimiliki demi tercapai hasil belajar sebagai buah dari proses yang dilaksanakan selama kegiatan belajar mengajar.

About mustaphaawan

im a money seeker

Posted on Juni 12, 2011, in proses belajar mengajar. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: